Pendampingan Tim Ahli Sp.A & Sp.OG ke Puskesmas dan FKTP lainnya dalam pelayanan KIA Kegawatdaruratan, Sistem Rujukan Maternal dan Neonatal
Salah satu upaya dalam
percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi
adalah memberikan perhatian serius di dalam mengatasi masalah komplikasi pada
saat kehamilan, persalinan dan pada bayi baru lahir. BLUD Puskesmas Teppo terus
mengupayakan penurunan kematian ibu dan bayi dengan berbagai inovasi. Salah
satunya adalah dengan mengadakan kegiatan pelatihan Kegawatdaruratan Maternal
dan Neonatal ini pada Rabu (12/10/22) yang berlokasi di ruang rapat PSC.
Kegiatan ini menghadirkan
Narasumber yaitu, dr. Andi Rasdiana,Sp.A, selaku Dokter Spesialis Anak, dan
dr.Fuju Ningsih,Sp.O selaku spesalis yang diikuti langsung oleh pengelola dan
saf KIA, dan bidan yang berada di lingkup BLUD Puskesmas teppo
Kegawatdaruratan neonatal
adalah kondisi medis yang mengancam jiwa yang terjadi pada bayi baru lahir.
Contoh kasus kegawatdaruratan maternal : pendarahan, darah tinggi pada
kehamilan, dan lain – lain. Sedangkan kasus kegawatdaruratan neonatal meliputi
: Asfiksia (Bayi lahir sesak/tidak menangis), Berat Badan Bayi Lahir Rendah
(BBLR), dan lain – lain.
Pencegahan merupakan hal yang
penting seperti pemeriksaan selama kehamilan secara teratur yang berkualitas,
meningkatkan nutrisi ibu, pemantauan selama persalinan memadai, manajemen
persalinan yang bersih dan aman Terkait hal tersebut, keterampilan tenaga
kesehatan di tingkat layanan primer sangat penting terutama dalam penanganan
baik pada maternal dan neonatal. Selain itu, kemampuan tenaga kesehatan dalam
pra rujukan baik pada kasus kegawatdaruratan maternal maupun neonatal merupakan
hal yang harus dikuasai.
Oleh karena itu, perlu
dilakukan berbagai upaya agar dapat meningkatkan kemampuan dan kapasitas
tenaga kesehatan khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan primer melalui
pelatihan yang komperehensif dan tepat sasaran. Salah satunya melalui pelatihan
penanganan kegawatdaruratan maternal dan neonatal bagi Dokter Umum, Bidan
dan Perawat di fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer, sehingga tenaga
kesehatan tersebut memiliki pengetahuan dan kemampuan klinis dalam mengatasi
masalah kegawatdaruratan baik pada kasus maternal maupun
neonatal. Diharapkan setelah pelatihan ini peserta mampu mengidentifikasi
kasus – kasus kegawatdaruratan maternal neonatal di tingkat Puskesmas, dan pada
akhirnya dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi di wilah
kerja Puskesmas Teppo

.jpeg)
.jpeg)

Komentar
Posting Komentar