LINAS SEKTOR BLUD PUSKESMAS TEPPO (Rabu, 15 Mei 2024)
Lokakarya Mini Bulanan Lintas Sektor merupakan kegiatan pertemuan antara petugas puskesmas dengan sektor terkait untuk meningkatkan kerjasama tim, memantau cakupan pelayanan puskesmas dan membina peran serta masyarakat secara terpaduagar dapat meningkatkan fungsi puskesmas.
Dalam rangka penguatan program kerja dan sebagai bentuk upaya penggalangan serta pemantauan kegiatan sesuai dengan perencanaan, puskesmas di wilayah kerja Puskesmas Teppo melaksanakan kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor melalui kerjasama tim baik lintas program maupun lintas sektor.
Kegiatan Lintas sektor ini dihadiri oleh beberapa instansi terkait seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang yang diwakili oleh Kabid Yankes, Camat Patampanua, Danramil 1404, Kapolsek Patampanua, KUA Kecamatan Patampanua, Ketua TP-PKK Se-kecamatan Patampanua, Koordinator Korwil Patampanua, Para Bidan desa, serta para Lurah dan Kepala Desa.
Pemimpin BLUD Puskesmas Teppo dalam sambutannya memberikan arahan untuk meningkatkan pelayanan di puskesmas Teppo dan mulai mempertimbangkan hal hal yang dapat terjadi apabila wilayah Puskesmas Teppo sudah terbagi, sebagai imbas adanya pembentukan Puskesmas baru yang berada di Malimpung yang notabenenya masih dalam lingkup wilayah Puskesmas Teppo sampai saat ini.
Sambutan lain disampaikan oleh Camat Patampanua bahwa perlu adanya kerjasama antara tenaga kesehatan dan desa/lurah mengenai permasalahan kesehatan yang ada di wilayah kerja puskesmas teppo. Sementara sambutan oleh kabid Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang juga menyebutkan tentang pembangunan Puskesmas yang ada diwilayah Malimpung akan mencakup 3 wilayah kerja.
Sambutan selanjutnya oleh Danramil 1404 dan Kapolsek Patampanua, membrikan arahan untuk tetap bersinergitas antara petugas kesehatan, lurah/kepala desa serta tokoh masyarakat lainnya. Harapannya adalah agar kegiatan lintas sektor ini berlangsung dengan baik sehingga bisa menjalin silaturahmi antar instansi dan tokoh masyarakat
Pemaparan program kerja dilakukan oleh Penanggung Jawab Program surveilans, mengingat saat ini sedang musim hujan sehingga diperlukan antisipasi untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan, misalnya ISPA, Diare, Demam Tifoid, Malaria, dan DBD.
ISPA merupakan infeksi akut yang menyerang salah satu bagian atau lebih dari saluran napas, mulai dari hidung sampai alveoli termasuk jaringan lainnya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura. Gejala ISPA meliputi sulit bernapas, batuk, demam 37 derajat celcius, lemah, sakit tenggorokan dan pusing. Data kasus ISPA berdasarkan umur pada tahun 2023 melonjak pada bulan September dengan kisaran umur 9-60 tahun. Kasus ISPA pada Balita, anak, dan dewasa paling tinggi yaitu kelurahan Tonyamang.
Diare adalah buang air besar cair (mencret) dapat berupa air saja yang lebih sering dari biasanya (lebih dari 3 kali sehari). Bahaya diare dpat menyebabkan kematian akibat kekurangan cairan jika tidak segera ditangani. Tanda tanda diare yaitu buang air besar encer, muntah, lemas, malas makan dan munum, kencing sedikit, dehidrasi dan sakit perut. Penyebab diare adalah infeksi usus dan bakteri. pencegahannya yaitu dengan meningkatkan kebersihan lingkungan. Gunakan air bersih dan sabun sebelum makan dan sesudah BAB.
Demam Tifoid adalah penyakit yang umumnya menyerang perut. Penyebabnya yaitu basil Salmonella thyphi. Basil ini bisa mati dengan emanasan suhu 60 derajat celcius selama 15-20 menit. Gejala umum yaitu demam panas, sakit perut, dan gangguan pencernaan. Penularan kuman tifoid melalui makanan dan minuman yang kotor. Langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan lingkungan, menjaga kebersihan makanan dan minuman, menjaga kebersihan diri, dan menjaga daya tahan tubuh.
Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit plasmodium yang ditularkan melalui gigtan nyamuk anopheles. Gejala malaria diantaranya adalah menggigil sedang sampai berat, demam tinggi, tubuh kelelahan, keringat berlebihan, sakit kepala, mual disertai muntah, diare dan nyeri otot.
Demam berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan dari gigitan nyamuk betina Aedes aegypti. Gejala DBD yaitu panas tinggi secara berkala hingga 2-7 hari, nyeri sendi oto yang disertai diare dan sakit perut di ulu hati. Bintik merah di kulit, muntah, mimisan, gusi berdarah. Pertolongan pertama pada DBD dapat dilakukan dengan minum air putih yang banyak, turunkan panas dengan obat dan kompres air dingin serta makan makanan bergizi dalam jumlah yang lebih banyak.
Berbagai upaya telah dilakukan salah satunya yaitu dengn PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan metode 3M yaitu, menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas. Langkah langkah lain yang bisa dilakukan diantaranya:
- Memelihara ikan pemakan nyamuk
- Menggunakan tanaman nyamuk
- Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi
- Gotong royong membersihkan lingkungan
- Periksa tempat tempat penampungan air
- Meletakkan pakaian bekas pakai dalam wadah penyimpanan tertutup
- Memberikan larvasida pada penampungan air yang telah dikuras
- Menanam tanaman pengusir nyamuk
- Memperbaikai saluran dan talang air yang tidak lancar
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)

Komentar
Posting Komentar